Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 November 2013
Minggu, 29 September 2013
Revolusi Suriah
Revolusi
Suriah di mulai dari sebuah desa kecil, yang terletak 100 kilometer di selatan
Damaskus. Tepatnya pada 6 Maret 2011, di saat 15 anak sekolah menulis slogan-slogan pembebasan
di dinding sekolah mereka, mereka menulis apa yang mereka dengar tentang
revolusi Mesir & Tunisia.
Tidak
lama setelah itu keamanan Suriah menangkap anak-anak tersebut. Para orang tua
mendatangi kantor keamanan setempat dan menuntut agar anak-anak mereka di
kembalikan. Namun permintaan para orang tua di tolak.
“Lupakan
anak-anak kalian, pulanglah dan buat anak lagi. Jika kalian tidak bisa, bawalah
istri-istri kalian dan kami akan membuatkannya untuk kalian”
Begitulah
sekiranya kata-kata yang di lontarkan pihak keamanan kepada para orang tua.
Sebagian dari anak-anak itu tdk pernah kembali lagi (di perkirakan sudah di bunuh). Sebagian anak lagi beredar video-nya dalam keadaan babakbelur, mereka di siksa dan di cabuti kuku-kukunya. Hal tersebut memicu kemarahan rakyat Suriah.
Rakyat
Suriah mulai melakukan aksi turun ke jalan. Demonstrasi semakin meluas, namun
tuntutan rakyat tersebut di tanggapi pemerintah dengan peluru dan menggerakkan
keamanan serta militernya untuk membunuh warga sipil.
Dengan
insiden itu Revolusi Suriah pun pecah.
Singkat cerita...
Damaskus 2 Juni 2013, di tengah pergolakan, rakyat di gegerkan dengan perlakuan biadab tentara rezim Nushairiyah Bashar Al-Assad. Tentara Bashar menangkap seorang ibu dan anak gadisnya, lalu memperkosa gadis tersebut.
Setelah
memperkosa, mereka menembaki kedua kaki gadis itu dan melemparnya ke
tengah jalan yang biasa di lewati para Mujahidin di Desa Jaubar, Damaskus.
Mereka juga memaksa ibu gadis tersebut untuk mendengarkan rintihan anaknya.
Mereka juga memaksa ibu gadis tersebut untuk mendengarkan rintihan anaknya.
Gadis
malang itu tergeletak tak berdaya di jalanan menahan sakit dengan setengah
berbusana.
Mereka (tentara Bashar) sengaja menjadikan gadis ini sebagai umpan untuk membunuh para Mujahidin yang hendak menyelamatkannya. Para pejuang berupaya menyelamatkan gadis itu, namun sniper tentara Bashar menghujani mereka dengan peluru dan mortir.
Setelah
10 jam berjuang, gadis itu akhirnya meregang nyawa di jalan tersebut, serta 4
pejuang gugur dalam upaya menyelamatkannya. Mujahid terakhir yang gugur adalah
*HISYAM AL-KURDI* dari 'Katibah Mujahidi Shalihiyah'.
Kurang lebih seperti inilah potret Suriah, inilah yang terjadi di Suriah setiap hari. Sementara dunia hanya diam, seakan menutup mata dan telinga.
Kurang lebih seperti inilah potret Suriah, inilah yang terjadi di Suriah setiap hari. Sementara dunia hanya diam, seakan menutup mata dan telinga.
Sejatinya rezim
Suriah telah menanam benih kejahatan sejak 40 tahun lalu. Banyak pelanggaran
kemanusian yang dilakukan rezim dictator Assad, salah satunya ribuan tahanan
politik tidak jelas nasibnya dan tanpa pengadilan hingga detik ini. Menangkap,
memenjarakan, menyiksa, & membunuh rakyat tanpa bukti apapun. Itulah yang di
lakukan keamanan Suriah selama ini, bahkan sebelum pergolakan terjadi. Bahkan
sebelum revolusi pecahpun ada yang di larang shalat berjamaah di Masjid.
Kejahatan
ini di mulai oleh Sulaiman Al-Assad (Kakek Bashar Al-Assad). Dia telah menjual
Suriah kepada Prancis.
Dlm
dokument No:3547 tgl 15 Juni 1936 Sulaiman Al-assad meminta kepada Prancis agar
tetap menjajah Suriah dan melindungi bangsa Alawi.
Kemudian
di susul Hafid Al-Assad (ayah Bashar Al-Assad). Hafid Al-Assad telah berhianat
dengan menjual Dataran Tinggi Golan kepada Israel pada perang Arab-Israel 1967.
Sedangkan
Bashar Al-Assad yang memimpin Suriah sejak tahun 2000 telah berbuat kejam dan
tanpa belas kasihan terhadap Muslim Ahlisunnah di Suriah.
Bashar
Al-Assad memaksakan setiap kehendaknya untuk mendominankan minoritas Nushairiyah
di Suriah. Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syiah extreme yang menuhankan
Saidina Ali r.a.
Pertumbuhan
aliran Nushairiyah berasal dri pegunungan At-Taqqiyah.
Pada
masa penjajahan Prancis pegunungan At-Taqqiyah di ganti dengan nama pegunungan
Allawiyah. Pergantian nama ini tidak lain dan tidak bukan adalah spekulasi
keluarga Assad yang notabennya beraliran Nushairiyah dengan penjajah Prancis
yang bertujuan untuk mengelabuhi bangsa Suriah dan generasi muda mendatang.
Hingga
tahun 2010 populasi Nushairiyah hanyalah 8%. Ahli Sunnah 83%, Nasrani 4%, Durze,
dan aliran lain 5%. Namun 80% pejabat pemerintahan dan militer Suriah di kuasai oleh kelompok
Nushairiyah.
Rezim
keluarga Assad bahkan memaksa rakyat untuk menyembah penguasa. Pengikut
Nushariyah menganggap Assad sbagai sosok Tuhan. Fenomena ini mengingatkan kita pada
sosok Fir'aun.
Bashar Al-Assad memaksa rakyat utk mengatakan 'Tiada Tuhan Selain Bashar Al-Assad' (Laila ha illa Bashar Al-Assad). *Naudzubillahi min dzalik.
Risalah Fatimah, Muslimah Yang Disiksa di Abu Gharib
Baghdad - Fatimah adalah seorang saudara
perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, Irak, yang
berasal dari sebuah keluarga yang terkenal akan kebaikan dan
ketaqwaannya.
![]() |
| Penjara Abu Gharib, Iraq |
Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap
saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS
menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.
Surat tulisan tangan Fatimah, berhasil diselundupkan keluar dari
penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan
wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan
menghebohkan kota Baghdad, mengirimkan gelombang yang akan terus
berlanjut ke seluruh Irak. Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan
salinan surat tersebut.
Bismillahirrahmanirrahiim.
Bismillahirrahmanirrahiim.
Katakanlah (wahai Muhammad): (Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa.; Allah
Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat.;
Dia tiada beranak dan Dia pula tidak diperanakkan; Dan tidak ada
sesiapapun yang serupa denganNya.” [Qur’an, Surat 112 “al-Ikhlas”]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam
bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.
Saudaraku mujahidin di jalan Allah, apa yang dapat kukatakan padamu?
Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat
perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah
menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk
digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.
Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau
tidak tahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan meminta
tanggungjawabmu tentang kejadian ini kelak. Demi Allah, tidak semalam
pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu
dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya.
Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada
Allah.Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka!Hancurkan mereka
bersama kami! Jangan biarkan kami disini agar mereka bisa
bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah
perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah akan urusan
kami.
Takutlah kalian kepada Allah atas apa yang menimpa kami. Tinggalkanlah
tank- tank dan pesawat mereka yang ada di luar sana dan arahkanlah
senjata kalian kepada kami di sini (Penjara Abu Gharib)!! Agar kami bisa
beristirahat.
Aku, Fatimah, adalah saudari perempuan kalian. Mereka memperlakukan kami
sungguh sangat tidak manusiawi, tidak kurang dari sembilan kali mereka
memperkosa kami dalam satu hari dengan bengisnya. Apakah kalian tidak
berakal?
Seandainya kejadian ini menimpa saudara perempuan kandung kalian, apa
yang akan kalian lakukan? Kenapa kalian tidak berfikir bahwa aku ini
saudari kalian? Kenapa kalian tidak menganggap aku sebagai saudari
kalian?
Dan sekarang Aku bersamaku 13 orang yang semuanya masih gadis dan masih terjaga keperawanannya.
Mereka diperkosa dengan cara yang biadab di depan mata kami semua.
Mereka melarang kami menegakkan sholat, mereka telanjangi kami dan
mereka juga melarang kami memakai pakaian .
Ketika aku menulis surat ini kepada kalian, salah seorang saudari kalian
bunuh diri, dengan cara membenturkan kepalanya ke dinding sampai mati.
Hal itu terjadi, karena dia tidak kuat menanggung derita setelah
diperkosa dan dipukul di bagian dada dan pahanya dengan cara yang amat
keji dan tidak masuk akal serta diancam akan dibunuh oleh seorang
tentara keturunan kera dan babi.
Meskipun Islam mengharamkan bunuh diri, akan tetapi aku memakluminya dan
aku memohon kepada Allah agar berkenan mengampuninya, karena Allah Maha
Pengasih lagi Maha penyayang.
Saudara- saudaraku, Aku sampaikan kepada kalian sekali lagi. Takutlah
kalian kepada Allah dan bunuhlah kami bersama mereka agar kami bisa
beristirahat dari segala siksaan ini.
Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami!
Fatimah
Jum’at 14 Desember 2004
(ran/ul/bumisyam)
Sumber: BumiSyam.Com | @BumiSyam | http://www.bumisyam.com/risalah-fatimah-muslimah-yang-disiksa-di-abu-gharib/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Selasa, 11 Juni 2013
Sepenggal Cerita Antara Muslimah Prancis Bercadar dengan Muslimah Imigran Arab Tak Berjilba
PARIS (salam-online.com): Suatu hari, di Prancis, seseorang bercerita bahwa seorang Muslimah bercadar pergi ke Supermarket. Setelah mengambil barang-barang kebutuhannya, ia kemudian berdiri di antrian kasir untuk membayar. Setelah beberapa menit, datanglah gilirannya untuk dilayani oleh kasir.
Di dekatnya, ada seorang Muslimah Arab yang tidak berjilbab, yang mulai
melihat Muslimah bercadar itu dan memperhatikan satu persatu dari diri
Muslimah itu. Setelah beberapa saat memperhatikan dengan pandangan
arogan, Muslimah Arab itu mengatakan, “Kami memiliki banyak masalah di
negara ini dan cadarmu adalah salah satunya!”
“Kami, para imigran, berada di sini untuk perdagangan (bisnis) dan bukan menunjukkan Agama atau sejarah kami! Jika kau ingin mengamalkan Agamamu dan memakai cadar, maka kembalilah ke negeri Arab-mu dan lakukan apa saja yang kau inginkan!!” tambah imigran Arab itu.
Muslimah bercadar itu menaruh barang belanjaannya di tas dan kemudian membuka cadarnya di depan Muslimah Arab itu.
Sontak imigran Arab tersebut sangat terkejut. Muslimah bercadar yang
dikira adalah seorang imigran Arab, ternyata ia gadis berkulit putih,
bermata biru dan berambut pirang (nampaknya ia memperlihatkan sedikit
rambutnya–menurut si penutur cerita), ia berkata kepada imigran Arab,
“Aku adalah gadis Prancis, bukan imigran Arab. Ini adalah negeriku dan
ini adalah ISLAM-KU!”
“Kalian lahir sebagai Muslim, kalian jual agama kalian dan kami membelinya dari kalian!”
Maksud Muslimah Prancis ini adalah, menyindir Muslimah imigran Arab
itu dan orang yang sama dengannya (sama-sama imigran Arab tapi
Westernize) tetapi tidak mengamalkan agamanya hanya karena mereka berada
di negeri mayoritas kafir, dan lebih memilih bergaya westernize alias
ke Barat-baratan daripada tampil dengan menunjukkan keislaman mereka
yang sejati, demi kepentingan duniawi.
Virus westernize itulah yang membuat banyak Muslim yang ‘hijrah’ ke
Barat menjadi terpedaya hingga mengikuti gaya Barat (bahkan melupakan
ajaran Islam). Namun hal ini tidak hanya terjadi dari kalangan imigran
Arab saja, pun dari negara kaum Muslimin lainnya, seperti Indonesia.
Muslim yang ‘hijrah’ ke Barat dengan berbagai alasan tak jarang kemudian
gaya hidup mereka menjadi ala westernize dan melupakan identitas sejati
diri mereka sebagai Muslim. Ini adalah salah satu makar Yahudi-Zionis
yang menyebarkan budaya buruk mereka untuk merusak fitrah manusia,
terkhusus kaum Muslimin, dengan tujuan semua manusia menjadi ‘salinan’
mereka.
Ironisnya, virus westernize itu tak hanya menjangkiti mereka yang
‘hijrah’ ke negeri-negeri Barat, tetapi juga telah menjalar di
negeri-negeri kaum Muslimin sendiri. Lagi-lagi kita jadikan Indonesia
sebagai contoh–karena kita tinggal di Indonesia–kita lihat banyak kaum
Muslimin yang gaya hidup mereka cenderung ke barat-baratan, bukan hanya
di perkotaan, tetapi virus budaya kafir Barat sudah menyebar ke
desa-desa. Buktinya, kita sekarang melihat banyak Muslim yang gayanya
sudah menjadi ‘salinan’ para idola Barat, banyak Muslimah yang lebih
pede memakai jeans atau hot pants daripada memakai jilbab.
Maka hari ini wanita Muslim berjilbab, bercadar, atau memakai burka
terlihat asing. Islam yang sebenarnya telah menjadi asing di mata
mayoritas manusia, kembali seperti zaman dahulu, sebagaimana sabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya Islam datang
dalam keadaan asing dan akan kembali pula dalam keadaan asing, maka
berbahagialah orang-orang dikatakan asing,” (HR. Muslim dari hadits Abu
Hurairah dan Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma).
Kembali lagi ke isu Muslim imigran di Barat. Tak jarang juga dari
mereka yang mampu mempertahankan keyakinan mereka dengan erat, seperti
menggenggam bara api, mereka itulah orang-orang yang Allah lindungi yang
kemudian melalui mereka-lah Allah memberikan hidayah kepada orang-orang
kafir untuk memeluk Islam. Gencarnya virus westernize dan gerakan
anti-Islam, tak melemahkan keimanan mereka dan tak menyurutkan langkah
mereka untuk berdakwah di jalan Allah. (zafaran/muslimahzone/salam-online.com)
Langganan:
Postingan (Atom)

