Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 November 2013

SIAPAKAH HASSAN ROUHANI (Presiden Iran Sekarang) ?

Ketika anda mengetahui rekam jejak Rouhani,anda akan menyadari kalau Rouhani lebih keras permusuhannya terhadap umat Islam dibanding pendahulunya Mahmoud Ahmadinejad.

Karena Rouhani adalah jebolan dari sekolah Syi’ah di Qum,Iran.Dan dia juga murid senior dari tokoh besar Syi’ah Ayatullah Khomaini,dia juga yang mendukung dan terlibat pemberontakan Khomaini terhadap pemerintah waktu itu,kemudian kabur menyusul Khomaini di Prancis.Dan kembali ke Iran dengan pesawat yang sama yang ditumpangi Khomaini.

Memegang beberapa jabatan strategis di militer Iran selama Khomaini hidup dan setelah matinya, ini hanya sekilas dari biografi si ular beracun, kemudian ketika mendengar dan melihat di media cetak dan elektronik kalau dia ini adalah seorang reformis dan lebih moderat dari pendahulunya, dan cinta damai. Apakah mungkin seseorang yang diberi wewenang langsung oleh Khomaini terbebas dari kejahatan selama pemberontakan dan setelahnya, yang telah menghilangkan ribuan nyawa tak berdosa di Iran, dan terlibat kerjasama dengan Amerika dan Israel dalam meruntuhkan Iraq dan menghabisi ribuan nyawa ahlus sunnah di Iraq, demi berdirinya imperium Persia yang telah diluluh lantakkan oleh sahabat yang mulia Umar bin Khottob.

Setelah kita mengetahui orang ini adalah Syi’ah tulen dan penjahat perang yang membawa misi untuk mengembalikan kedigdayaan imperium Persia dengan berkedok cinta ahlul bait, masihkah kita percaya kepada media barat yang dikuasai oleh orang Yahudi, yang mencoba mengaburkan pandangan tentang sosok Syi’ah ini dengan menyatakan kalau dia adalah seorang presiden yang moderat dan cinta damai, sedangkan pemrakarsa munculnya Syi’ah adalah seorang Yahudi Yaman yang bernama Abdullah bin Saba’!

Sumber: https://www.facebook.com/misimedissuriah?ref=stream

Minggu, 29 September 2013

Revolusi Suriah

Revolusi Suriah di mulai dari sebuah desa kecil, yang terletak 100 kilometer di selatan Damaskus. Tepatnya pada 6 Maret 2011, di saat 15 anak sekolah menulis slogan-slogan pembebasan di dinding sekolah mereka, mereka menulis apa yang mereka dengar tentang revolusi Mesir & Tunisia.

Tidak lama setelah itu keamanan Suriah menangkap anak-anak tersebut. Para orang tua mendatangi kantor keamanan setempat dan menuntut agar anak-anak mereka di kembalikan. Namun permintaan para orang tua di tolak.

“Lupakan anak-anak kalian, pulanglah dan buat anak lagi. Jika kalian tidak bisa, bawalah istri-istri kalian dan kami akan membuatkannya untuk kalian”

Begitulah sekiranya kata-kata yang di lontarkan pihak keamanan kepada para orang tua.

Sebagian dari anak-anak itu tdk pernah kembali lagi (di perkirakan sudah di bunuh). Sebagian anak lagi beredar video-nya dalam keadaan babakbelur, mereka di siksa dan di cabuti kuku-kukunya. Hal tersebut memicu kemarahan rakyat Suriah.

Rakyat Suriah mulai melakukan aksi turun ke jalan. Demonstrasi semakin meluas, namun tuntutan rakyat tersebut di tanggapi pemerintah dengan peluru dan menggerakkan keamanan serta militernya untuk membunuh warga sipil.

Dengan insiden itu Revolusi Suriah pun pecah.

Singkat cerita...
Damaskus 2 Juni 2013, di tengah pergolakan, rakyat di gegerkan dengan perlakuan biadab tentara rezim Nushairiyah Bashar Al-Assad. Tentara Bashar menangkap seorang ibu dan anak gadisnya, lalu memperkosa gadis tersebut.

Setelah memperkosa, mereka menembaki kedua kaki gadis itu dan melemparnya ke tengah jalan yang biasa di lewati para Mujahidin di Desa Jaubar, Damaskus.

Mereka juga memaksa ibu gadis tersebut untuk mendengarkan rintihan anaknya.

Gadis malang itu tergeletak tak berdaya di jalanan menahan sakit dengan setengah berbusana.

Mereka (tentara Bashar) sengaja menjadikan gadis ini sebagai umpan untuk membunuh para Mujahidin yang hendak menyelamatkannya. Para pejuang berupaya menyelamatkan gadis itu, namun sniper tentara Bashar menghujani mereka dengan peluru dan mortir.

Setelah 10 jam berjuang, gadis itu akhirnya meregang nyawa di jalan tersebut, serta 4 pejuang gugur dalam upaya menyelamatkannya. Mujahid terakhir yang gugur adalah *HISYAM AL-KURDI* dari 'Katibah Mujahidi Shalihiyah'.

Kurang lebih seperti inilah potret Suriah, inilah yang terjadi di Suriah setiap hari. Sementara dunia hanya diam, seakan menutup mata dan telinga.

Sejatinya rezim Suriah telah menanam benih kejahatan sejak 40 tahun lalu. Banyak pelanggaran kemanusian yang dilakukan rezim dictator Assad, salah satunya ribuan tahanan politik tidak jelas nasibnya dan tanpa pengadilan hingga detik ini. Menangkap, memenjarakan, menyiksa, & membunuh rakyat tanpa bukti apapun. Itulah yang di lakukan keamanan Suriah selama ini, bahkan sebelum pergolakan terjadi. Bahkan sebelum revolusi pecahpun ada yang di larang shalat berjamaah di Masjid.

Kejahatan ini di mulai oleh Sulaiman Al-Assad (Kakek Bashar Al-Assad). Dia telah menjual Suriah kepada Prancis.

Dlm dokument No:3547 tgl 15 Juni 1936 Sulaiman Al-assad meminta kepada Prancis agar tetap menjajah Suriah dan melindungi bangsa Alawi.

Kemudian di susul Hafid Al-Assad (ayah Bashar Al-Assad). Hafid Al-Assad telah berhianat dengan menjual Dataran Tinggi Golan kepada Israel pada perang Arab-Israel 1967.

Sedangkan Bashar Al-Assad yang memimpin Suriah sejak tahun 2000 telah berbuat kejam dan tanpa belas kasihan terhadap Muslim Ahlisunnah di Suriah.

Bashar Al-Assad memaksakan setiap kehendaknya untuk mendominankan minoritas Nushairiyah di Suriah. Nushairiyah adalah salah satu kelompok Syiah extreme yang menuhankan Saidina Ali r.a.

Pertumbuhan aliran Nushairiyah berasal dri pegunungan At-Taqqiyah.

Pada masa penjajahan Prancis pegunungan At-Taqqiyah di ganti dengan nama pegunungan Allawiyah. Pergantian nama ini tidak lain dan tidak bukan adalah spekulasi keluarga Assad yang notabennya beraliran Nushairiyah dengan penjajah Prancis yang bertujuan untuk mengelabuhi bangsa Suriah dan generasi muda mendatang.

Hingga tahun 2010 populasi Nushairiyah hanyalah 8%. Ahli Sunnah 83%, Nasrani 4%, Durze, dan aliran lain 5%. Namun 80% pejabat pemerintahan dan militer Suriah di kuasai oleh kelompok Nushairiyah.

Rezim keluarga Assad bahkan memaksa rakyat untuk menyembah penguasa. Pengikut Nushariyah menganggap Assad sbagai sosok Tuhan. Fenomena ini mengingatkan kita pada sosok Fir'aun.

Bashar Al-Assad memaksa rakyat utk mengatakan 'Tiada Tuhan Selain Bashar Al-Assad' (Laila ha illa Bashar Al-Assad). *Naudzubillahi min dzalik.