Para sahabatku fillah yang dirahmati Allah...
Mari kita
sama-sama mengingatkan diri-diri kita yang dha'if ini, bahwasanya kita
MENCARI ILMU DAN KEBENARAN adalah untuk MENGIKUTI DAN MENGAMALKANNYA,
bukan untuk mencampakkan ilmu dan kebenaran yang telah kita dapat, lalu
mencari-cari pembenaran (alasan) atas kesalahan atau dosa yang belum
kita tinggalkan.
Jalan al-haq (kebenaran) itu ada dua, yaitu ilmu dan amal, yang keduanya ini saling berkaitan. Ilmu menuntut adanya amalan; begitu pula sebaliknya, bahwa amal mengharuskan adanya ilmu yang mendasarinya.
Dengan adanya keduanya, jadilah ilmu itu yang na' (ilmu yang
bermanfaat) dan jadilah amal yang didasari ilmu na' tersebut menjadi
amal shalih.
Bagi seorang penuntut ilmu dan pencari kebenaran,
tidaklah cukup hanya sekedar mengetahui ilmu dan kebenaran saja. Tetapi
haruslah disertai dengan usaha MENGAMALKANNYA DENGAN IKHLAS KARENA
ALLAH, sehingga dirinya bisa selamat dari penyakit-penyakit KEBODOHAN,
KEZHALIMAN, HAWA NAFSU, KESOMBONGAN dan lainnya. yang mana hal itu semua
akan berakibat menolak kebenaran. (Wujubu Luzumil-Jama'ah wa
Tarkit-Tafarruq, hal. 349-353, oleh Jamal bin Ahmad bin Basyir Baadi)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Dan demikian pula orang yang BERPALING DARI KEBENARAN YANG DIA
KETAHUI, disebabkan MENGIKUTI HAWA NAFSU. Maka sesungguhnya hal itu akan
mengakibatkan KEBODOHAN dan KESESATAN pada orang tersebut. Sehingga
MEMBUTAKAN HATINYA dari kebenaran yang nyata." (Majmu' Fatawa, X/10)
Semoga bisa kita jadikan sebagai bahan renungan, uhibbukum fillah.
By: Abu Muhammad Herman, Jum'at 24 Januari 2014
Kamis, 23 Januari 2014
Rabu, 22 Januari 2014
Penyakit Hati Dalam Berkompetisi
Manusia
adalah makhluk sosial yang hidupnya tidak terlepas dari orang-orang
disekelilingnya. Setiap manusia mempunyai karakter, sifat, perilaku, dan latar
belakang yang berbeda-beda, ini semua akan memberi dampak dalam interaksi
sosial yang terjalin. Dalam menjalankan kehidupan, ada yang suka, ada yang
benci, ada yang tidak senang, ada yang senang, ada yang nyaman, ada yang tidak
nyaman, ada yang culas, ada yang iri, ada yang dengki, dan lain sebagainya. Yang
negatif dari itu semua merupakan PENYAKIT HATI bawaan manusia. Untuk
penawarnya, kembali kepada manusia itu sendiri, bagaimana ia meredam dan menekan
rasa itu agar tidak merugikan orang lain dan dirinya sendiri.
Demikian
juga terjadi dalam dunia seni, banyak PENYAKIT HATI yang menjadi bumbu dalam
berkompetisi. Disana bertebaran aroma iri dan dengki, ada seniman yang berkarya
dengan keterampilan yang dimilikinya, dengan ideologinya, dengan kekritisannya,
dengan wawasannya, dan segala habits yang dimilikinya. Namun ada juga seniman
yang cepat terbuai dengan pujian basi grupisnya dan lebih mengutamakan ego dan
ambisi untuk hasrat menguasai ranah industri.
Upaya
ini dilakukannya dengan cara menebar satir provokasi untuk memancing dan memicu
terjadinya kontraindikasi. Kemudian dia beranggapan bahwa dialah protagonis,
padahal sejatinya dialah antagonis. Miris sekaliiiiii.......
Ini
sebuah pepatah Cina dari Lao Zi yang bisa menjadi bahan renungan kita semua:
"Dapat mengenal
diri orang itu pandai, Mampu mengenal diri sendiri itu pencerahan batin. Dapat
mengalahkan orang lain itu kuat, Mampu mengalahkan diri sendiri itu
perkasa"Senin, 09 Desember 2013
Arsitek dan Pisikologi
Dalam merancang, arsitek dituntut untuk memanusiakan manusia.
Untuk memanusiakan manusia, arsitek harus paham betul dengan perilaku dan karakteristik aktivitas manusia yang akan diwadahi dalam rancangan sebagai fasilitator.
Secara tidak langsung, arsitek dituntut untuk mempelajari ilmu pisikologi.
Ironisnya, selama 5 tahun saya mengenyam pendidikan kearsitekturan, tidak ada satupun mata kuliah yang khusus untuk mempelajari ilmu pisikologi.
Dengan kata lain, seorang arsitek dituntut harus mempelajari ilmu pisikologi secara autodidak.
Sabtu, 30 November 2013
Kafir Harbi dan Kafir Zimmi
1. Kafir Harbi
Adalah orang-orang kafir yang sedang terlibat pertempuran berdarah dengan muslimin.
Darah mereka halal untuk ditumpahkan sebagaimana mereka pun punya hak untuk membunuh muslimin. Hubungan antara ahlul harb dengan muslimin memang hubungan bunuh membunuh di dalam wilayah konflik.
2. Kafir Zimmy atau Ahlu Zimmah.
Kata "Zimmi" berasal dari kata "Zimmah", yang bermakna aman atau janji.
Ahlu zimmah berarti orang kafir yang mendapatkan keamanan dari pihak muslim. Juga dipahami sebagai orang yang telah mendapatkan janji dari umat Islam atas keamanan dirinya.
Dengan demikian, haram hukumnya bagi muslimin untuk mengganggu kafir zimmi, menyakiti, menzalimi atau mengurangi hak-haknya. Apalagi sampai membunuh mereka. Tentu sebuah perbuatan yang telah diharamkan secara mutlak dalam syariat Islam.
Dekat sekali dengan pengertian ahlu zimmah adalah ahlul-aman. Mereka adalah orang kafir yang mendapatkan perlindungan sementara dari umat Islam. Misalnya, mereka berasal dari kalangan kafir harbi, namun meminta izin untuk sementara waktu datang kepada umat Islam.
Bedanya dengan ahlu zimmah adalah keamaan yang dijaminkan kepada mereka bersifat sementara dan dalam waktu tertentu saja.
Di antara contohnya adalah juru runding dari pihak kafir harbi yang datang ke wilayah muslimin, di mana mereka akan mendapatkan jaminan keamanan atas diri dan hartanya, selama menjadi tamu di kalangan muslimin.
Hak-hak Ahli Zimmah
Di antara hak-hak yang harus didapat oleh ahli zimmah dari umat Islam adalah hal-hal berikut ini:
1. Hak untuk mendapatkan izin tinggal dan menjadi penduduk secara resmi di dalam wilayah hukum Islam.
Di masa lalu seorang ahlu zimmah berhak untuk tetap bertahan di atas tanah yang menjadi miliknya yang sah. Tidak ada seorang pun yang berhak untuk mengusirnya dari tanahnya itu.
Bahkan setingkat gubernur Mesir pun tidak punya hak. Padahal saat itu Gubernur Amr bin Al-Ash sedang melakukan proyek renovasi masjid, lantaran daya tampungnya yang semakin dibutuhkan. Kebetulan, proyek perluasan masjid itu harus mengenai lahan millik seorang ahli zimmah, maka gubernur menyediakan uang pengganti atas tanahnya. Namun di ahli zimmah bertahan dan tidak mau pindah.
Akhirnya, dengan kekuasaan sebagai pemerintah, rumahnya digusur dan uangnya diberikan.
Ahli zimmah ini kemudian melapor kepada Khalifah Umar ra, atasan langsung gubernur Amar bin Al-Ash. Segera saja Umar ra. memarahi bawahannya dan memerintahkannya untuk mengembalikan rumah dan tanah miliknya. Sebab hak-hak para ahli zimmah memang dijamin oleh umat Islam.
2. Jaminan keamananan atas nyawa mereka dan keluarga, baik dari ancaman orang Islam atau dari ancaman sesama orang kafir.
Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang menzalimi seorang mu'ahid (ahlu zimmah), atau mengurangi haknya, atau membebaninya di atas kemampuannya, atau mengambil darinya sesuatu di luar haknya, maka aku menjadi lawannya di hari kiamat." (HR Abu Daud)
3. Jaminan keamanan atas harta benda yang dimilikinya.
Pernah suatu ketika panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarrah mengembalikan uang pajak kepada para ahli zimmah. Hal itu dilakukan lantaran negara merasa tidak mampu melindungi mereka dari serbuan tentara kafir dari negeri lain. Pengembalian pajak kepada rakyat ahli zimmah ini adalah sebuah catatan sejarah yang pertama kali. Sedemikian besar tanggung jawab pemerintah Islam dalam menjamin harta benda ahli zimmah, sehingga ketika negara tidak mampu memberikan kewajibannya, uang mereka pun dikembalikan.
4. Jaminan untuk melaksanakan agamanya di dalam wilayah negeri muslim.
Konsekuensi yang harus dijalankan muslimin dengan ahlu zimmah adalah memberikan kepada mereka jaminan untuk bebas melakukan kegiatan agamanya, sesuai dengan keyakinannya.
Dilarang buat muslimin untuk memaksa, menyudutkan atau memerintahkan mereka masuk Islam, kecuali bila atas kesadaran mereka sendiri. Sebab Allah SWT telah mengharamkan pemaksaan untuk masuk agama Islam buat ahli zimmah.
2 Al-Baqarah 256
" Tidak ada paksaan dalam menganut agama, sebab sudah jelas jalan yang benar dari jalan yang salah. Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut hanya percaya kepada Allah, berarti ia berpegang kepada tali yang berbuhul kuat yang tidak mungkin putus. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui".
Menarik untuk diperhatikan tentang kenyataan sejarah, yaitu tatkala pasukan muslimin mengalahkan negeri kafir dan masuk ke dalamnya, nyaris semua gereja, biara dan tempat ibadah milik penduduknya dibiarkan kokoh berdiri. Tidak ada satu pun yang dirusak apalagi dirobohkan. Bahkan hingga hari ini, di Mesir, Syiria dan negeri muslim lainnya, rumah-rumah ibadah itu masih tetap ada.
Bahkan bila ajaran agama mereka membolehkan minum khamar, tidak hak bagi muslimin untuk melarang mereka melakukannya. Atau makan daging babi, atau makan dan minum di siang hari bulan Ramadhan. Asalkan dengan syarat tidak dilakukan terang-terangan di hadapan umat Islam.
Berikut adalah sebuah petikan perjanjian yang ditulis para ahli zimmah terhadap pemerintah muslim, "Kami (ahli zimmah) tidak membunyikan lonceng kecuali dengan perlahan di dalam gereja, tidak menonjol-nonjolkan salib, tidak meninggikan suara kita saat sembahyang di dalam gereja, tidak memajang salib dan Al-Kitab di tengah komunitas muslim."
5. Jaminan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Islam tidak mengharamkan umatnya bermuamalat dengan orang non muslim. Bahkan Rasulullah SAW masih saja menggadaikan pakaian perangnya kepada seorang Yahudi serta berjual beli dengan mereka. Demikian juga dengan para shahabat, mereka aktif di pasar bersama-sama dengan non muslim dalam mencari rezeki.
6. Jaminan atas keamanan kehormatan dan harga diri mereka, baik yang terkait dengan nama baik, nasab, susila dan lainnya.
7. Jaminan dari berbagai macam ganggungan lainnya, baik yang berasal dari umat Islam atau pun dari orang kafir lainnya.
Sumber : http://www.eramuslim.com/ks/us/5b/21942,1,v.html.■ (http://refrensi-ilmu.blogspot.com/2010/05/kafir-harbi-dan-kafir-zimmi.html)
Rabu, 20 November 2013
SIAPAKAH HASSAN ROUHANI (Presiden Iran Sekarang) ?
Ketika anda mengetahui rekam jejak Rouhani,anda
akan menyadari kalau Rouhani lebih keras
permusuhannya terhadap umat Islam dibanding pendahulunya Mahmoud Ahmadinejad.
Karena Rouhani adalah jebolan dari sekolah Syi’ah di Qum,Iran.Dan dia juga
murid senior dari tokoh besar Syi’ah Ayatullah Khomaini,dia juga yang mendukung
dan terlibat pemberontakan Khomaini terhadap pemerintah waktu itu,kemudian
kabur menyusul Khomaini di Prancis.Dan kembali ke Iran dengan pesawat yang sama
yang ditumpangi Khomaini.
Memegang beberapa jabatan strategis di militer Iran
selama Khomaini hidup dan setelah matinya, ini hanya sekilas dari biografi si
ular beracun, kemudian ketika mendengar dan melihat di media cetak dan
elektronik kalau dia ini adalah seorang reformis dan lebih moderat dari
pendahulunya, dan cinta damai. Apakah mungkin seseorang yang diberi wewenang
langsung oleh Khomaini terbebas dari kejahatan selama pemberontakan dan
setelahnya, yang telah menghilangkan ribuan nyawa tak berdosa di Iran, dan
terlibat kerjasama dengan Amerika dan Israel dalam meruntuhkan Iraq dan
menghabisi ribuan nyawa ahlus sunnah di Iraq, demi berdirinya imperium Persia
yang telah diluluh lantakkan oleh sahabat yang mulia Umar bin Khottob.
Setelah
kita mengetahui orang ini adalah Syi’ah tulen dan penjahat perang yang membawa
misi untuk mengembalikan kedigdayaan imperium Persia dengan berkedok cinta
ahlul bait, masihkah kita percaya kepada media barat yang dikuasai oleh orang
Yahudi, yang mencoba mengaburkan pandangan tentang sosok Syi’ah ini dengan
menyatakan kalau dia adalah seorang presiden yang moderat dan cinta
damai, sedangkan pemrakarsa munculnya Syi’ah adalah seorang Yahudi Yaman yang
bernama Abdullah bin Saba’!
Sumber: https://www.facebook.com/misimedissuriah?ref=stream
Sumber: https://www.facebook.com/misimedissuriah?ref=stream
Senin, 11 November 2013
Kidung Muslimah
* Ingin Taukah Engkau Tentang Dirinya .... ??? *
Seperti apakah dia ...??
Elokkah bentuk tubuhnya ...??
Indahkah perangainya ...???
Jujurkah dia ...??
Tuk bisa tau kecantikannya
Kau masih bisa melihat sedikit wajahnya .
Tapi jangan lama2 ..
Khawatir akalmu hilang ntah kemana ...
Tuk bisa tau bentuk tubuhnya
Kau bisa lihat dari tangannya .
Tapi jangan sentuh jemarinya ..
Karna kau bukan muhrimnya .
Tuk bisa tau perangainya
Dengarlah tutur kata dan ucapannya
Tapi jangan biarkan hatimu hanyut karenanya ..
Cemas bila kau tak bisa tidur nantinya ..
Tuk tau kejujurannya ..
Tataplah matanya .
Karna di dalam sana ..
Kan kau temukan jawabnya ..
By: Rania Falaq
Rabu, 06 November 2013
1 Muharram di Indonesia (Antara Tradisi dan Ibadah)
Patahkan
tradisi-tradisi animisme dan dinamisme yg masih melekat pd masyarakat, jgn
sampai bulan yg penuh keutamaan terkotori dgn tradisi yg melenceng dari aqidah.
Harusnya bulan Muharram di jadikan momentum meningkatkan amal ibadah, bukan
momentum memasyumkan benda-benda mati dan hewan tertentu.
Alasan mempertahankan
tradisi nenek moyang harus di kritisi, apakah nenek moyang anda menyembah keris
lalu anda ikutan menyembah keris?!
Jika kesialan dan
keberuntungan slalu dikaitkan dgn benda-benda tertentu, ini akn menggiring
ummat pd logika yg keliru. Tempatkan ritual sbagai kekayaan budaya, bukan
sbagaian dri ibadah.
Perlu adanya kesadaran
bahwa budaya harus dipisahkan dari ibadah, budaya yg baiklah yg akn terus
bertahan. Kemajuan peradaban yg maju dan terhormat di bangun dgn tradisi yg
menjaga kehormatan ibadah dan logika akal sehat manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)
